Media dan Keberagamaan

Tak dipungkiri bahwa media telah memainkan peranan penting dalam menentukan opini seseorang terhadap suatu kasus. Tulisan ini tidak ingin mengkaji suatu kasus dengan menggunakan teori media yang komprehensif, tetapi lebih ingin memperlihatkan bagaimana peranan media dalam membetuk pemahaman agama yang rasional dan visioner.

Seiring semakin berkembangnya iklim demokrasi di Indonesia, kebebasan pers adalah sebuah keniscayaan, bahkan menjadi sebuah kebutuhan. Akan tetapi, kebebasan dalam hal ini tidak menafikan dan mengabrogasi aturan-aturan yang legal atau kata lain kebebasan tetap berlandaskan koridor-koridor hukum yang positif. Kebeasan yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang dalam pelaksanaanya tidak mengindahkan batas/limit makan akan tergelincir dalam “dizzy of freedom” meminjam istilah Sartre. Secara artikulatif bisa dijelaskan bahwa apalah arti sebuah kehidupan tanpa adanya fondasi dasar sebagai acuan  dalam melakukan sesuatu, contohnya kita sulit berbicara tentang kebaikan tanpa adanya batasan untuk membandingkannya dengan keburukan, tanpa adanya nilai yang menjadi fondasi dasar tersebut, maka pada akhirnya menuntun kita meuju ketidakpastian.

Tulisan ini juga ingin mengkritik program TV yang banyak menayangkan hal-hal yang berbau mistis, seperti fenomena hari  kiamat dengan menekankan pada tanda-tanda kiamat itu sendiri, sepertinya hancurnya alam semesta ini perlahan-lahan yang diikuti oleh fenomena mencairnya gunung es, munculnya Dajjal yang diasosiasikan dengan Sai Baba di India yang dapat mengubah pasir menjadi nasi/jagung, dan juga lahirnya bayi bermata satu yang sungguh sangat mengerikan.

Tak dipungkiri bahwa suatu saat kiamat akan terjadi dan yang paling tahu pasti kapan terjadinya adalah Allah Yang Rahman dan Rahim, saya dalam hal ini tidak bermaksud ingin menafikan tentang kiamat itu sendiri, tetapi dengan adanya program mistik di TV yang dihubungkan dengan kiamat tadi,tentunya akan menakut-nakuti secara psikologis khususnya  anak-anak yang masih lugu dan  naif, sehingga dikhawatirkan dapat membuat mereka paranoid karena sebagaimana yang dikatakan ahli psikologi bahwa anak belajar dari apa yang dilihat dari sekitarnya (children learn what they see and live).

Dalam perspektif media itu sendiri, pemberitaaan semacam ini barangkali bukanlah sebuah masalah karena dengan dalih kebebasan pers, tetapi sungguh sangat diharapkan kepada media ketika menyiarkan sebuah berita hendaknya sejalan dengan fungsi dasarnya,yaitu, fungsi informatif, fungsi edukatif, sarana hiburan, dan fungsi kontrol dan kritik (check and balance) daripada hanya sekedar menakut-nakuti terlebih ditengah carut-marutnya bangsa dan negara ini yang didera kemiskinan, kebodohan, dan korupsi. pemberitaan semacam ini hanya dapat membuat anak bangsa kita menjadi tidak produktif, kenapa??? karena seseorang akan terjebak untuk lebih fokus kepada akhirat (kehidupan akan datang) daripada memikirkan kepentingan dunia, selain itu manusia akan lebih fokus kepada kesalehan ritual  dan mengabaikan kesalehan sosial untuk peduli pada sekitarnya, padahal ajaran agama sejatinya mengajarkan umatnya utuk menyeimbangkan keduanya agar kelak bisa menjadi pribadi yang berlimpah dan tercerahkan, tetapi apabila manusia gagal melakukan itu, maka itu akan mengkerdilkan peran agama yang sejatinya menuntun para pengikutnya agar senantiasa menjadi kreatif dan rasional dalam menjawab tantangan zaman.

Karena itu, media harus mentransformasi bentuknya dari menakut-nakuti menjadi inspirator terhadap seseorang akan sumber ajaran agama yang dianutnya, sebagaimana yang pernah ditunjukkan oleh bapak bangsa kita Alm.Gusdur yang mentransformasi masyarakat Indonesia untuk menghargai hak-hak minoritas khususnya pengakuan atas eksistensi warga Tionghoa,yang diinspirasi dari pesan dasar Islam yang menekankan nilai-nilai persamaan dan keadilan. Yang menjadi tantangan kita saat ini adalah bagaimana nilai-nilai agama yang kita anut dapat menginspirasi kita untuk memberantas kemiskinan, kebodohan , dan korupsi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s