Bangunan Roboh dan Korupsi

Ketika baru saja menyalakan TV, tiba-tiba saya melihat Breaking News tentang bangunan roboh yang terjadi  di dekat Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sontak hati ini menjadi iba, karena  pastinya menyebabkan banyak korban yang akan tertimbun di bawahnya. Usut demi usut bangunan ini ternyata masih dalam proses pembangunan yang baru selesai sekitar 50%. Bangunan ini roboh disebabkan karena konstruksi bangunannya yang kurang kokoh, kuat , dan terpercaya mengutip sebuah bahasa pemasaran dari sebuah produk semen di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang merupakan milik salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah di Indonesia. Timbul banyak pertanyaan dalam benak ini, kenapa ini terjadi, ada apa???

Lazimnya, Ketika kita hendak membangun sebuah bangunan, katakanlah itu Mal, Hotel, Pusat perkantoran, dll. Pembangunan tempat-tempat tersebut pastinya akan diserahkan dan dipercayakan oleh sebuah developer yang bergerak di bidang konstruksi. Developer inilah yang bertugas untuk menentukan pembangunan tersebut dimulai dari tahap awal pembangunan sampai tahap akhir mencakup keseimbangan struktur bangunan, jumlah dana yang akan digunakan, dll. Setelah semua aspek-aspek yang dibutuhkan telah terpenuhi, maka tahap pembangunan segera dimulai.

Saya tiba-tiba ingat salah satu kultur busuk yang eksis di Indonesia yang telah tertular oleh virus keserakahan dan mengedepankan kenikmatan sesaat untuk meraih kejayaan diri (self-glory), yaitu budaya korupsi anggaran. Bukanlah rahasia dapur lagi, ketika ingin melakukan proyek-proyek tertentu, pasti kita dengan tanpa segan memotong kucuran dana tersebut untuk masuk dikantong sendiri. Ada banyak bangunan-bangunan di Indonesia yang baru saja dibangun dan direnovasi tetapi itu tidak berarti karena kualitasnya jauh dibawa standar yang kita harapkan. Padahal, ketika menyodorkan proposal pembangunan, kita dengan mudah meyakinkan setiap orang bahwa pembangunan tempat tersebut akan selesai dengan hasil yang kita harapkan , tetapi kenyataannya kontra-produktif. Mungkin hal di atas adalah salah satu contohnya, karena sibuk mementingkan diri sendiri untuk meraih keuntungan yang berlipat ganda, para stakeholder dalam pembangunan gedung ini dengan rela memangkas sejumlah anggaran untuk masuk di kantong sendiri dengan cara mengurangi jumlah semen-nya sehingga konstuksinya sangat tidak kokoh dan terjadilah musibah ini, sungguh sangat disayangkan.

Selain itu, masih banyak contoh-contoh lain yang sering terjadi di tanah air kita, katakanlah pembangunan jalan di Indonesia. Banyak jalan di Indonesia baru saja dibangun, tetapi beberapa bulan kemudian sudah banyak yang retak. Mengapa??? Bukankah, developer sudah mengetahui keseimbangan dari bahan dasar untuk membuat jalanan yang lumayan kokoh. Tetapi, yang terjadi malah sebaliknya. Atas dasar ini, pastinya, ada yang salah dalam manajemen pembangunannya, tidak lain dan tidak bukan, yaitu terjadinya korupsi anggaran untuk masuk di kantong sendiri sehingga mengurangi kualitas yang kita harapkan.

Apakah mereka tidak sadar, bahwa ketika konstruksi bangunan yang tidak kokoh tersebut tiba-tiba runtuh, ini tentunya akan menimbulkan banyak korban dimana-mana. Apa jadinya apabila yang menjadi korban adalah keluarga terdekat dari orang-orang yang melakukan korupsi anggaran ini., pasti mereka akan merasa menyesal setengah mati. Jadi, sebelum bencana menimpa keluarga anda, hindarilah kultur buruk ini agar anda tidak terperosot dalam penyesalan yang berkepanjangan yang akhirnya akan menyebabkan gangguan psikologi dan mental bagi anda. Karena itu, Mari kita senantiasa menjadi pribadi yang baik dan jujur dengan jalan merobohkan bangunan ke-aku-an kita agar tidak tertimbun dibawah reruntuhan budaya KORUPSI, sehingga kita bisa menjadi manusia yang terhormat, baik di mata manusia itu sendiri lebih-lebih di mata Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s